WARTAKENDALI. com | Kota Batu – Dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat yang tercermin dari tersedianya makanan yang cukup, bergizi, aman, merata, dan terjangkau. Menurut UU No. 18/2012 tentang Pangan, kondisi ini memastikan msyarakat bisa hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan, maka Bumdes Bejo, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu telah melaksanakan program Ketahanan Pangan dengan berbudidaya ayam petelur.

Dalam kesempatannya Suprianto direktur Bumdes Bejo, Desa Torongrejo menjelaskan dalam pelaksanaan proses pengelolaan berbudidaya ayam petelur berjalan sukses.

“Alhamdulillah, untuk pengelolaan budidaya ayam petelur kami ini, bumdes Bejo berjalan dengan baik untuk kapasitas ayam berjumlah 800 ekor, ya dulu kita beli Pullet itu diusia 16 minggu, tapi untuk bisa produksi kita merawat sampai diusia 20 Minggu, berarti 4 Minggu kedepannya kita masih harus beli pakan tapi belum produksi maksimal di atas 90. Saya kira kondisi sekarang ini sudah baik, cuman kita kalah diharga telur yang saya sayangkan harga telur turun dipasaran itu Rp20.000 sedangkan harga pakan naik, persentase kami dulu itu 1 tonnya Rp.6.900.000, – Sekian dan sekarang 1 tonnya sudah mencapai 7 juta 700 sekian itu untuk 12 hari kapasitas 800 ekor ayam petelur, sehingga kita untuk memberi makan ayam itu sekira 80 kg sampai 85 kg per hari, sehingga 1 ton itu cukup untuk 12 hari,” jelas Suprianto kepada awak media di kandang baterai Bumdes Bejo,pada Kamis (9/7/2026).

Ia juga memaparkan kalau anggaran dari Dana Desa ( DD) untuk program ketahanan pangan ini sebesar Rp.238.000.000,-.

” Ya, dalam pelaksanan program ketahan pangan ini Kita sudah kerjasama dengan pengawas Bumdes Bejo yang juga selalu aktif mengikuti kita seperti bikin kandang, beli kandang baterai, beli Pullet, pengawas selalu mengikuti kinerja kita sehingga kita selalu ada nota berapapun laporan nominalnya, ongkos produksi seperti perawatan ada laporannya, kalau pengelolaan Saya kira berjalan dengan baik cuman kendalanya yaitu telur turun harga pakan naik,” tegas Suprianto.

Sementara itu Supadi pengawas Bundes Bejo Desa Torongrejo menambahkan kalau budidaya ayam petelur ini dari anggaran program ketahanan pangan ini sudah dicairkan akhirnya dibuat kandang senilai 57 juta.

” Alhamdulillah,saya sebagai pengawas Bumdes Bejo selalu menyarankan yang 57 juta itu untuk membuat kandang saja dengan kapasitas 800 ekor ayam bahkan nantinya bisa lebih dalam perkembangannya nanti, ya kami berharap dengan adanya harga pakan yang naik ini ada solusi subsidi dari pemerintah, melalui program Kopdes Merah Putih kedepannya, agar bisa membantu meringankan pengelolaan dan mensukseskan program ketahanan pangan,” tandasnya.(red). 

https://katalog.inaproc.id/zulkifli-3cdw

 

By admin