WARTAKENDALI.com | Kota Batu – Dalam memperingati Hari Hepatitis Se-Dunia (HHS) di setiap tahun pada tanggal 28 Juli, dan untuk ditahun 2025 ini , akan berfokus pada upaya global mengatasi hepatitis.

Tema Hari Hepatitis Sedunia 2025 adalah “Hepatitis: Let’s Break It Down!”. Seiring dengan itu, Indonesia juga menggaungkan tema “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”, dan tema ini menyerukan tindakan segera untuk membongkar hambatan finansial, sosial, dan sistemik—termasuk stigma—yang menghalangi upaya eliminasi hepatitis dan pencegahan kanker hati.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu dr. Susana Indahwati (KMK), CPRM., menjelaskan bahwa tujuan utama peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini adalah untuk meningkatkan Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak dari virus hepatitis.

“Tujuan dari peringatan Hari Hepatitis Se-Dunia (HHS) ini untuk meningkatkan Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hepatitis virus, dampaknya pada kesehatan hati dan kanker, serta pentingnya pencegahan, diagnosis, dan pengobatan.

* Mendorong Pengujian dan Pengobatan: Memperluas akses terhadap layanan pengujian dan pengobatan hepatitis yang terjangkau dan terdesentralisasi, dengan fokus pada komunitas yang paling berisiko dan kurang terlayani.

* Mengatasi Stigma: Menghilangkan stigma dan diskriminasi yang terkait dengan hepatitis, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam upaya eliminasi.

* Mendorong Integrasi Layanan: Menyerukan negara-negara untuk menyederhanakan, meningkatkan, dan mengintegrasikan layanan hepatitis esensial (seperti vaksinasi, praktik injeksi yang aman, pengurangan dampak buruk, dan terutama pengujian serta pengobatan) ke dalam sistem kesehatan nasional.

* Mencapai Target Eliminasi 2030: Mengingatkan bahwa tindakan segera dan inklusif diperlukan untuk mengakhiri hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat global pada tahun 2030,” terangnya kepada awak media, pada Minggu (27/72025).

Lanjut dr. Susana Indahwati melalui peringatan ini, diharapkan semakin banyak orang yang mengetahui status hepatitis mereka melalui pengujian, yang merupakan langkah pertama untuk mengakses pengobatan yang menyelamatkan jiwa dan mencegah kanker hati.

“Melalui pemerintah dan pembuat kebijakan mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk program eliminasi hepatitis, termasuk investasi dalam layanan pengujian dan pengobatan, akan terjadi penurunan signifikan dalam kasus baru hepatitis dan kematian akibat komplikasi terkait hepatitis, seperti sirosis dan kanker hati. Stigma dan diskriminasi berkurang, sehingga individu yang hidup dengan hepatitis merasa lebih nyaman untuk mencari perawatan dan dukungan, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat untuk mencapai tujuan eliminasi hepatitis, memang, ada beberapa himbauan utama untuk Hari Hepatitis Sedunia 2025 yang meliputi:

1. Untuk Masyarakat:

* Dapatkan Tes: Lakukan tes hepatitis B dan C, terutama jika Anda berada di daerah endemik atau memiliki risiko tinggi.

* Vaksinasi: Pastikan bayi baru lahir divaksinasi hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir. Jika memungkinkan, dapatkan vaksinasi hepatitis B untuk diri sendiri jika belum kebal.

* Edukasi Diri: Pelajari fakta tentang hepatitis dan bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang pengujian dan pengobatan dini.

* Hentikan Stigma: Bantu menghentikan stigma dengan berbagi informasi yang akurat dan menunjukkan empati.

* Praktik Aman: Gunakan peralatan medis yang steril, pastikan transfusi darah aman, praktikkan seks aman, dan hindari berbagi barang pribadi seperti pisau cukur atau sikat gigi.

* Untuk Otoritas Kesehatan Nasional:

* Prioritaskan Diagnosis Dini dan Pengobatan: Fokuskan pada komunitas berbeban tinggi dan kurang terlayani.

* Desentralisasi Layanan: Sediakan layanan hepatitis di pusat kesehatan primer dan distrik.

* Integrasikan Pencegahan Hepatitis: Masukkan program pencegahan hepatitis ke dalam program kesehatan ibu dan anak.

* Pastikan Akses Universal: Berikan akses gratis atau universal ke pengujian dan pengobatan.

* Mobilisasi Dana Berkelanjutan: Alokasikan pendanaan yang stabil dan gunakan data untuk mendorong kemajuan.

2. Apakah Hepatitis Bisa Menyerang Ibu dan Anak?

Ya, hepatitis, terutama hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV), sangat bisa menyerang ibu hamil dan kemudian menular kepada anak. Penularan dari ibu ke anak ini disebut sebagai penularan vertikal atau transmisi perinatal.

* Hepatitis B (HBV): Ini adalah penyebab utama hepatitis kronis pada anak-anak. Jika seorang ibu hamil terinfeksi HBV, terutama jika dia positif HBeAg (menandakan viral load tinggi), ada risiko 70-90% bayinya akan terinfeksi saat lahir atau di awal masa kanak-kanak. Infeksi HBV pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun memiliki kemungkinan sangat tinggi (sekitar 95%) untuk berkembang menjadi infeksi kronis.

* Hepatitis C (HCV): HCV juga dapat menular dari ibu ke anak, terutama selama persalinan. Transmisi vertikal adalah penyebab utama infeksi HCV pada anak-anak.

* Hepatitis A (HAV) dan Hepatitis E (HEV): Meskipun lebih jarang, infeksi HAV atau HEV akut selama kehamilan dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan ibu dan, sebagai akibatnya, bagi janin. Namun, penularan dari ibu ke anak untuk HAV dan HEV jarang terjadi secara intrauterin atau perinatal,” papar dr. Susana.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu dr. Susana Indahwati (KMK), CPRM., juga menambahkan bahwa gejala dan penanganan penyakit Hepatitis dapat bervariasi tergantung pada jenis virus dan apakah infeksinya akut atau kronis.

“Untuk gejala umum penyakit Hepatitis (akut) :

* Demam

* Kelelahan ekstrem (malaise)

* Nyeri otot dan sendi

* Kehilangan nafsu makan

* Mual dan muntah

* Diare

* Nyeri atau ketidaknyamanan di perut bagian atas (terutama di area hati)

* Urine berwarna gelap (seperti teh)

* Feses berwarna pucat/abu-abu

* Kulit dan mata menguning (ikterus/jaundice)

* Gatal-gatal pada kulit (tanpa ruam).

Sedangkan pada anak-anak, terutama di bawah 6 tahun, gejala hepatitis seringkali tidak muncul atau sangat ringan karena respons imun mereka belum sempurna. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining sangat penting.

*Penanganan Penyakit Hepatitis*

Penanganan hepatitis bergantung pada jenis virus dan tingkat keparahannya:

* Hepatitis A (HAV): Kebanyakan infeksi HAV bersifat ringan dan sembuh total dengan sendirinya. Penanganan berfokus pada terapi suportif (istirahat, nutrisi, hidrasi) dan tidak ada pengobatan spesifik. Vaksin HAV tersedia dan sangat efektif.

* Hepatitis B (HBV):

* Akut: Pengobatan umumnya bersifat suportif.

* Kronis: Tidak semua penderita HBV kronis memerlukan pengobatan. Namun, bagi yang membutuhkan, obat antivirus dapat diresepkan untuk memperlambat perkembangan sirosis, mengurangi risiko kanker hati, dan meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang. Vaksin HBV sangat efektif dan direkomendasikan untuk diberikan segera setelah lahir untuk mencegah penularan dari ibu ke anak.

* Hepatitis C (HCV): Saat ini tidak ada vaksin untuk HCV. Namun, ada obat antivirus yang sangat efektif yang dapat menyembuhkan lebih dari 95% penderita infeksi HCV, sehingga mengurangi risiko kematian akibat sirosis dan kanker hati.

* Hepatitis D (HDV): Infeksi HDV hanya terjadi pada mereka yang sudah terinfeksi HBV. Vaksin HBV juga memberikan perlindungan terhadap infeksi HDV.

* Hepatitis E (HEV): Kebanyakan infeksi HEV bersifat ringan dan sembuh spontan. Ada vaksin HEV, namun belum tersedia secara luas.

*Penanganan Hepatitis pada Ibu Hamil dan Anak*

* Skrining: Ibu hamil sangat dianjurkan untuk melakukan skrining hepatitis B (dan terkadang C) untuk mengetahui status infeksi mereka.

* Pencegahan Penularan Ibu-ke-Anak:

* Hepatitis B: Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif harus segera diberikan imunisasi hepatitis B (vaksin HBV) dan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dalam waktu 12 jam setelah lahir. Pemberian antiviral pada ibu hamil dengan viral load HBV tinggi juga dapat dipertimbangkan untuk mencegah penularan.

* Hepatitis C: Tidak ada imunoprofilaksis spesifik untuk mencegah penularan HCV dari ibu ke anak. Persalinan caesar mungkin dipertimbangkan dalam beberapa kasus, meskipun manfaatnya masih diperdebatkan.

* Pengobatan: Pengobatan hepatitis pada ibu hamil harus mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi ibu dan janin. Keputusan akan diambil oleh dokter spesialis.

Dampak Terburuk Penyakit Hepatitis

Dampak terburuk hepatitis, terutama jenis yang dapat menjadi kronis (HBV dan HCV), adalah kerusakan hati progresif yang dapat menyebabkan:

* Sirosis Hati: Kondisi di mana hati mengalami jaringan parut parah dan permanen, yang mengganggu fungsi hati.

* Gagal Hati: Hati tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Ini bisa terjadi akut (mendadak) atau kronis (berkembang lambat).

* Kanker Hati (Karsinoma Hepatoseluler): Orang dengan sirosis akibat hepatitis kronis memiliki risiko tinggi mengembangkan kanker hati.

* Komplikasi Lain: Pada kasus yang parah, dapat terjadi komplikasi seperti pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan perut (asites), kebingungan (ensefalopati hepatik), dan perdarahan di saluran pencernaan.

Pada ibu hamil, infeksi hepatitis dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah pada bayi, dan pecah ketuban dini. Bagaimana Penularan Hepatitis dan Penanganannya ?

A. Cara Penularan Hepatitis:

* Hepatitis A dan E: Umumnya menular melalui jalur fekal-oral, yaitu melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses orang yang terinfeksi. Higiene yang buruk (tidak mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum makan) adalah faktor risiko utama.

* Hepatitis B, C, dan D: Terutama menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, seperti:

* Penularan Vertikal (Ibu ke Anak): Terjadi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui (lebih jarang).

* Hubungan Seksual: Melalui kontak dengan cairan vagina atau air mani yang terinfeksi.

* Penggunaan Jarum Suntik Bersama: Pada pengguna narkoba suntik atau melalui peralatan medis yang tidak steril (misalnya untuk tato, tindik).

* Transfusi Darah: Meskipun risiko ini sangat rendah di negara-negara dengan skrining darah yang ketat.

* Kontak dengan Darah atau Cairan Tubuh Lain: Melalui luka terbuka, berbagi sikat gigi, alat cukur, atau gunting kuku yang terkontaminasi.

* Paparan Pekerjaan: Tenaga kesehatan berisiko jika terjadi kecelakaan tertusuk jarum.

B. Pencegahan dan Penanganan Penularan Hepatitis

* Vaksinasi:

* Hepatitis A: Vaksin HAV tersedia.

* Hepatitis B: Vaksin HBV sangat efektif dan merupakan langkah pencegahan paling penting, terutama untuk bayi yang baru lahir, anak-anak, dan kelompok berisiko tinggi (misalnya tenaga kesehatan, orang dengan multiple partner seksual).

* Tidak ada vaksin untuk Hepatitis C.

* Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan:

* Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.

* Pastikan makanan dan minuman diolah secara higienis dan dimasak matang.

* Praktik Seksual yang Aman:

* Menggunakan kondom secara konsisten dan benar.

* Tidak berganti-ganti pasangan seksual.

* Menghindari Berbagi Jarum dan Alat Pribadi:

* Tidak berbagi jarum suntik, alat tato, alat tindik, sikat gigi, atau alat cukur.

* Skrining dan Penanganan pada Ibu Hamil:

* Pemeriksaan HBsAg pada semua ibu hamil adalah kunci untuk mendeteksi dini dan mencegah penularan ke bayi.

* Pemberian vaksin HBV dan HBIG pada bayi yang lahir dari ibu positif HBV.

* Skrining Darah:

* Semua produk darah yang akan ditransfusikan harus melalui skrining ketat untuk virus hepatitis.

* Edukasi dan Kesadaran:

* Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hepatitis, cara penularan, dan pencegahannya,” pungkas, dr. Susana Indahwati (KMK), CPRM., Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu.  (red). 

( Data penderita hepatitis di Kota Batu : Tahun 2024 ) 

Hep A : 29

Hep B : 228 (termasuk ibu hamil 13 orang)

Hep C: 0

( Tahun 2025 (Januari sampai pertengahan Juli 2025 )

Hep A : 3

Hep B : 103 (termasuk ibu hamil 11 orang)

Hep C : 9

By admin