WARTAKENDALI.com | Kota Batu – Keluhan warga terkait luapan air di Jalan Semeru, kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, ditindaklanjuti pihak DPUPR, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Binamarga, pada Rabu (14/1/2026), yang dikarenakan kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan intens di bulan Januari 2026 ini, meningkatkan debit air yang cukup besar masuk ke wilayah perkotaan, hingga ke pusat kota di sekitaran kawasan Batu Plaza sisi timur selatan, hal itu menyebabkan luapan air hingga masuk ke rumah warga, serta ke halaman parkir dan ruko-ruko di sekitaran.
Afif, Salah satu warga jalan semeru, Kelurahan Sisir, Kota Batu, menyampaikan keluhan terkait luapan air di wilayahnya.
“Saya sudah dua kali menyampaikan ke Pihak Kelurahan Sisir terkait masalah luapan air sampai masuk ke rumah saya,sejak 2 bulan yang lalu dengan ketinggian sekitar 30 Cm. Namun baru kali ini ada tindakan analisa dari Dinas PUPR Batu, berkat bantuan rekan-rekan media”. Ungkap Afif kepada awak media.
Sementara itu Eko Setiawan Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu mengatakan untuk saat ini pihaknya sedang berkoordimasi bersama bidang Sumber Daya Air (SDA).
“Sedang dikoordinasikan dengan teman-teman tim Sumber Daya Air (SDA) Nantinya seperti apa penanganannya Kami kabari lagi Mas”. Ujar Eko.
Wendy PriyantA ST. MM. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA). Menyampaikan akan ada rencana lanjutan dalam menangani masalah luapan air di Jalan Semeru, Kelurahan Sisir, Kota Batu, tepatnya di sebelah utara Pos Polisi, Palaza Batu.
“Terkait rencana perbaikan ada mas, untuk sementara Trash Racknya kita turunkan untuk lebih optimal menyaring sampah yg tersumbat, dan untuk ke depanya Kita akan rubah desain bangunan dam dan letak pintu airnya, menyesuaikan situasi debit air di saat hujan”. Jelas Wendy.
Trash rack adalah sistem saringan atau penyaring sampah yang dipasang pada saluran air (seperti irigasi, drainase, atau intake PLTA) untuk mencegah sampah padat, ranting, atau puing-puing lain masuk ke turbin atau saluran selanjutnya.
menjaga kelancaran aliran air dan melindungi peralatan dari kerusakan. Alat ini dapat beroperasi manual, semi-otomatis, atau otomatis, dan seringkali terbuat dari plat besi atau baja anti karat.
Warga Masyarakat yang terdampak luapan air bahkan mungkin banjir, sudah selayaknya mendapatkan perhatian serta tindak lanjut dari pihak-pihak terkait, dalam hal ini adalah DPUPR melalui bidang SDA dan Binamarga sebagai yang membidangi pekerjaan tersebut sesuai Tupoksinya. (red).







