WARTAKENDALI.com | Kuta, Bali – Geliat bisnis di Kuta pada 2026 terus bangkit pascapandemi, ditandai dengan kembalinya aktivitas di artshop Jalan Legian, ramainya sentra oleh-oleh, dan tumbuhnya properti.

Meskipun okupansi hotel sekitar 70% dan sedikit di bawah area lain, pusat wisata seperti Beachwalk, Waterbom, dan Pantai Kuta tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi utama.

Pemulihan Sektor Wisata. Toko-toko kerajinan (Art Shop) di sepanjang Jalan Legian mulai kembali beroperasi, menandakan pulihnya UMKM di kawasan tersebut.Aktivitas Ritel & Pusat perbelanjaan seperti Beachwalk Shopping Center, Discovery Shopping Mall, dan Mall Bali Galeria tetap menjadi destinasi utama wisatawan.

Salah satunya Art Shop paling terkenal hingga ke luar negeri adalah NAU Leather Works, yang berlokasi di Jalan Bakung Sari No. 46 Kute, Bali.

Yang memproduksi berbgai macam produk berbahan dasar kulit kelas premium dan memiliki pangsa pasar hingga ke luar negri.

Zulkifli bekerja sama dengan Sofyan keduanya asli Arek Batu yang telah cukup lama menekuni usaha tersebut mengatakan untuk saat ini perkembangan bisnis di Kute Bali, sudah mulai bangkit dan terus bekembang.

“Kami berdua menjalankan bisnis ini, sejak sekitar 7 tahun lalu, awalnya kawan saya Sofyan yang lebih dulu di Bali ikut juragan yang juga Orang Batu, namun suatu ketika pemilik usaha meninggal dunia dan semua produk yang ada dalam toko kami beli, kalau untuk tokonya, Kami ngontrak pertahun”. Jelas Kifli panggilan akrabnya. Pada Selasa ( 12/5/2026).

Lebih lanjut Ia menjelaskan terkait pangsa pasar sejauh ini produknya banyak diminati berbagai kalangan, tak sedikit tamu-tamu bule yang menjadi langganan di NAU Leather Works yang dikelola berdua bersama Sofyan.

“Tamu – Tamu yang datang ke toko kami kebanyakan dari mancanegara dan rata-rata mereka senang dengan produk kulit yang kami produksi, karena desaignnya yang sangat unik memadukan kreatifitas seni rupa dan modeling, selain harganya lebih murah dibanding mereka beli di negaranya, namun produk kami secara kwalitas tidak kalah dengan produk luar negri, kadang mereka pesen via telpon, dan barang kami kirim ke negaranya”. Terangnya sembari melayani pelanggan dari Australia.

Wilayah Kuta (termasuk perluasan ke arah Kuta Utara) masih menjadi sorotan pelaku bisnis properti, menunjukkan kepercayaan investor yang kembali tumbuh. Pantai Kuta dengan fasilitas seperti Waterbom Bali, payung pantai, dan kios kuliner tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Walaupun berangsur pulih, tingkat okupansi hotel di Kuta dilaporkan berada di angka 70%, sedikit di bawah beberapa kawasan lain di Bali. Kuta tetap menjadi ikon pariwisata Bali yang berfokus pada wisata pantai, shopping, dan kuliner. (red). 

https://katalog.inaproc.id/zulkifli-3cdw

By admin