WARTAKENDALI.com | Kota Batu – Masyarakat Kota Batu khususnya di Songgoriti, mengadakan prosesi adat Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-17, pada Senin (30/6/2025). Acara ini merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat.
Prosesi Ngarak Banteng ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti arak-arakan banteng dan pertunjukan seni tradisional. Masyarakat Kota Batu sangat antusias mengikuti prosesi ini, yang diyakini dapat membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat.

Empu Supo ke-17, merupakan simbol kekuatan dan keberanian masyarakat Kota Batu. Prosesi Ngarak Banteng ini menjadi momen penting untuk melestarikan budaya dan tradisi leluhur. Dengan diadakannya prosesi ini, masyarakat Kota Batu dapat lebih memahami dan menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa kesenian ini adalah binaan dari Dinas Pariwisata Kota Batu.
“Harapan, bisa mendatangkan turis, dan para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Sintiche Agustina Pamungkas, menyampaikan bahwa pihaknya turut serta melestarikan kesenian bantengan khususnya.
“Karena kesenian bantengan ini merupakan warisan budaya, dan kami terus dari Dinas Pariwisata turut melestarikan dan mengembangkan kesenian ini,” terangnya.

Lebih lanjut, ia sampaikan bahwa, kegiatan Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-17, diikuti oleh 60 kontingen dari luar kota dan Kota Batu.
“Harapan dari kegiatan ini adalah agar kesenian bantengan dapat terus dilestarikan, dan menjadi warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Lurah Songgokerto Dian Arsyam Ramadhan, yang diwakilkan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, Ninin Yunitaningsih, juga menyampaikan bahwa setiap 1 Suro ini memang diadakan kegiatan Ngarak Banteng, tujuannya untuk melestarikan budaya karena ini adalah moment kemajuan pariwisata Kota Batu. Selain Ngarak Banteng juga ada kegiatan Njenang Suro.
“Kita juga mensuport kegiatan ini setiap tahun. Harapannya lebih dilestarikan lagi, kreatif, guyup, dan didampingi terus,” harapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Kota Batu Sunarto, disela – sela prosesi Ngarak Banteng Empu Supo ke-17, mengatakan Bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan yang sudah berjalan selama 17 tahun.
” Ya, kegiatan Ngarak Bantengan Empu Supo ini digelar yang ke 17, pagelaran ini sangat luar biasa karena diselenggarakan di setiap tahunya, dan ini adalah wujud dari bulu bekti budaya yang diberikan oleh tradisi masyarakat Kota Batu, yang tergabung dalam Banteng Empu Supo kepada pemerintah Kota Batu dengan tema “JAYATI JANAPADA “dalam bahasa Sanskerta berarti “Kemenangan Negara” atau “Kemenangan Rakyat”. “Jayati” (जयति) berarti “menang” atau “kemenangan”, sedangkan “Janapada” (जनपद) berarti “negara” atau “wilayah” atau “rakyat”. Jadi, gabungan kedua kata tersebut mengarah pada konsep kemenangan atau kejayaan yang melibatkan seluruh wilayah atau rakyat, jelasnya.

Pelaku Seni dan Ketua Budayawan Bantengan Swantara, Agus Riyanto memberikan Apresiasi dan dukungan kepada para peserta yang hadir dalam Ngarak Bantengan 1 suro, Empu Supo ke-17, dengan tema ” JAYATI JANAPADA “.
” Kalau kegitan ngarak banteng 1 suro, Empu Supo ke-17, itu sebagai even tahunan yang harus dilaksanakan oleh salah satu kelompok, misalkan hari ini yang punya gawe Empu Supo, tujuannya untuk uri – uri budaya, saya berharap, kita semua untuk menghargai budaya bangsa,” tandasnya.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, Lurah Songgokerto, Dian Arsyam Ramadhan, dan seluruh masyarakat setempat. (ipi).






