WARTAKENDALI.com | Kota Batu – Dalam menyikapi pemberitaan yang beredar dimasyarakat Pimpinan Cabang Koperasi Rasa Mandiri Jawa Timur, Nur Ali memberikan jawaban klarifikasi untuk meluruskan pemberitaan tentang kejadian yang sebenarnya di koperasi yang beliau pimpin.
“Jadi untuk meluruskan tentang kejadian sebenarnya yang ada di koperasi yang saya pimpin ini, dan apa yang sudah diberitakan oleh mantan karyawan saya melalui Kuasa hukumnya itu tidak seimbang dan tidak benar semuanya,” ungkap Nur Ali kepada awak media di kediamannya Griya Imafa Guesthouse Batu, Jalan Raya Oro – Oro Ombo / perumahan Green Park no: 20 , Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Jumat (17/10/2025).
Masih Nur Ali Kepala Pimpinan Cabang Koperasi Rasa Mandiri Jatim menegaskan bahwa sebenarnya kronologi aslinya adalah mantan karyawannya itu sejak masuk menjadi karyawan sudah sepakat.
” Ya,sejak awal mantan karyawan itu masuk menjadi karyawan sudah sepakat Karena untuk mitigasi ( mejaga – jaga) Kerugian aset, dan untuk mitigasi penggunaan keuangan koperasi yang saya pimpin, jadi kita sepakat antara karyawan dan koperasi sudah sepakat untuk memberikan jaminan kerja berupa sertifikat dan ijasa asli dengan tujuannya untuk itu, bukan kami menguasai selamanya. Kemudian sudah berjalan sebagaimana mestinya tiap bulan juga dapat gaji dapat transport, serta dapat fasilitas sepeda motor dan lain-lain,” tegasnya.
Lebih lanjut Pemilik Griya Imafa Guesthouse Batu Nur Ali menambahkan kalau mantan karyawannya tersebut menjelang kurang lebih 2 tahun itu mau resign tetapi langsung dia hanya masuk sekali kemudian langsung meninggalkan tanggung jawabnya.
“padahal seharusnya di manapun perusahaan apapun itu kalau karyawan mau resign harusnya menyelesaikan dulu tanggung jawabnya itu, setelah tanggung jawabnya itu selesai kemudian kita juga akan kasihkan apa yang menjadi hak-hak dia, gitu itu yang benar ya jadi saya sedikitpun Tidak ada maksud untuk menahan ijazahnya l, kan sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal masuk menjadi karyawan koperasi yang saya pimpin. Jadi sekarang saya mohon dengan hormat untuk kooperatif agar mantan karyawan saya itu punya niat baik menunjukkan semua Nasabah yang sampai kini masih terbengkalai, ya terbengkalai Tidak bisa ditagih karena ditinggal begitu saja dan terbengkalai sudah hampir 2 bulan ditinggal begitu saja serta tidak mau menunjukkan alamat nasabahnya padahal masalah ini sangat simpel sekali, kalau dia mau menunjukkan semua, apa nasabah yang sudah di drop itu dengan sejumlah kurang lebih 50 orang sudah clear. Ya sudah pasti kita kasihkan semuanya. kita tidak ada niat apa — apa. Kalau ada panggilan saya akan datang, saya penuhi panggilan tersebut,”tambah Nur Ali.
Nur Ali juga membantah terkait informasi kalau mantan karyawannya belum digaji.
” Oh itu gak benar, saya ada tanda terimanya di kantor, ada datanya, gajinya sudah diambil terakhir dia tidak masuk, ketika dia menghilang itu sudah selesai ambil gaji, intinya ketika dia menghilang sudah selesai ambil gaji. Jadi kalau saya sih lebih suka menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan, ya akan tetapi kalau memang dia ngotot tidak mau kekeluargaan, ya apapun yang dia mau kita akan turuti,” tandasnya. (red)






