WARTAKENDALI.com | Kota Batu – Pemerintah Kota Batu sukses menyelenggarakan Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2025 yang secara resmi ditutup, di lapangan landing Paralayang Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu Kota Batu, pada Minggu (20/7/2025). Ajang sport tourism bertaraf internasional ini menegaskan posisi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sekaligus pusat penyelenggaraan event dirgantara internasional di masa depan.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta maupun masyarakat.

“Ini bukan sekadar kejuaraan olahraga, tetapi juga bagian dari strategi kami dalam membangun konektivitas global melalui diplomasi budaya dan ekonomi. Kota Batu terbuka untuk dunia, dan kegiatan ini menjadi bukti kesiapan kami menjadi tuan rumah ajang internasional,” ungkapnya.

IPAC 2025 yang digelar dalam 12 putaran resmi masuk dalam kategori 2 sistem peringkat dunia World Paragliding Ranking System (WPRS), menjadikan Indonesia, khususnya Kota Batu, sebagai destinasi penting dalam kalender kompetisi paralayang dunia. Ketua Pengprov FASI Jawa Timur, Arief Eko Wahyudi, menegaskan bahwa event ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat 6 dunia pada nomor akurasi.

Selain menjadi wadah pengembangan prestasi atlet, event ini juga menjadi sarana memperkuat jejaring internasional, promosi potensi wisata dirgantara, serta mempererat hubungan antarnegara, khususnya di kawasan Asia dan Eropa.

Apresiasi juga disampaikan oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Pnb Reza RR. Sastranegara, yang diwakili oleh Kadispotdirga Lanud, Kolonel Koonst Donnel S. Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya sukses secara teknis, namun juga berhasil menunjukkan kesiapan dan potensi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism berbasis udara.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur olahraga saat ini tengah dipercepat oleh Pemerintah Kota Batu sebagai bagian dari upaya menjadikan daerah ini sebagai pusat pelatihan dan kompetisi bertaraf nasional. “Kami sedang merancang pembangunan Pusat Olahraga yang representatif serta terus mendorong event lokal seperti Liga Desa sebagai fondasi pembinaan atlet berprestasi,” tegasnya.

BISTF dan IPAC 2025 telah mempertemukan atlet-atlet paralayang dari berbagai negara di Asia dan Eropa, berlangsung dalam atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan. Kemenangan atlet Malaysia dalam salah satu kategori menjadi simbol semangat berbagi dan solidaritas antarnegara.

Pemerintah Kota Batu melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pariwisata olahraga sebagai pilar pembangunan daerah, serta mengukuhkan Kota Batu sebagai tuan rumah tetap kegiatan sport tourism berbasis udara tingkat internasional.

“Kami berharap para peserta pulang dengan kesan positif dan membawa cerita tentang keindahan, keramahan, serta semangat kolaboratif dari Kota Batu ke negara masing-masing,” pungkas Wali Kota Batu.

Apresiasi dan Dukukungan Lurah Songgokerto Arsyam Dian Ramadhani, S.S.TP

Sementara itu Lurah Songgokerto Arsyam Dian Ramadhani, S.S.TP., mengungkapkan dukungannya dan apresiasi kepada pemerintah Kota Batu tekait digelarnya Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) dan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2025.

“Ya, untuk poin pertama mungkin yang bisa kami sampaikan, selaku pemangku wilayah Kelurahan Songgokerto bahwa kegiatan semacam ini memang sudah sering dilakukan di lapangan landing Paralayang Songgomaruto, nah, tentunya dengan adanya kegiatan event IPAC yang ke-2 tingkat dunia ini otomatis mempengaruhi tingkat para atlit Kota Batu di level dunia juga, patutnya sangat dibanggakan, selain dari pada itu dari kelurahan Songgokerto dan dari pemerintah Kota Batu tentunya akan mempersiapkan lapangan landing Paralayang ini agar lebih baik kedepanya, seperti dari segi keamanannya, kebersihannya, bahkan sampai fasilitas-fasilitas umumnyaumumnya,” ungkapnya.

Masih Lurah Songgokerto Dian Ramadhani menambahkan kalau antusias dari para peserta dan masyarakat umum sangat luar biasa, dan harus ada pembenahan di segala fasilitas agar pengunjung dan wisatawan bisa lebih betah dan nyaman berada di sini.

” Ya, untuk yang pertama bisa kita lihat dari fasum seperti Mushola, toilet, dari hal – hal yang sifatnya sederhana seperti itu harus kita perhatikan bersama agar siapapun yang berkunjung lebih nyaman lagi, kemudian untuk rahma tamah para pejabat forkopimda itu juga akan diperbaiki pada dinas – dinas tertentu juga, misalnya dari segi pencahayaan di luar maupun di dalamnya, dan bahkan dinas Pariwisata sudah membangun asrama untuk para atlitatlit di belakangnya Grand House ini, ya, itulah bentuk dukungan dan perhatiannya untuk para atlit khusunya Kota Batu, dan lebih khusus lagi bagi atlit Songgokerto, dan untuk UMKM di lingkungan Songgokerto dengan di gelarnya kegiatan ini sangat membantu apalagi jika nanti akan adanya pembenahan fasilita – fasilitasnya, sangat membantu memperdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Songgokerto,” tandasnya.

Rangkaian BISTF dan IPAC 2025 ditutup dengan semangat penuh harapan untuk pelaksanaan yang lebih besar dan inklusif pada tahun-tahun mendatang. (red). 

By admin